Jumat, 28 Oktober 2016

Penginapan di Malang VS Penginapan di Kota Wisata Batu

Penginapan di Malang atau Batu ?mungkin ada di benak Anda ketika merencanakan perjalanan ke Malang atau berwisata di Kota Wisata Batu serta Bromo. Tenang saja, di wilayah ini sudah banyak sekali pilihan penginapan yang dapat disesuaikan dengan kantong Anda. 

Wisatawan yang datang ke Malang pun sangat banyak, karena selain kota dan kabupaten Malang sendiri, didukung dengan dekatnya kota Malang dengan Kota Wisata Batu serta Gunung Bromo yang terkenal dengan matahari terbitnya. Maka tidak heran ketika akhir pekan atau long week end penginapan di Malang sudah full bok oleh wisatawan.

Bagaimana jika menginap di Kota Wisata Batu ?


Hampir sama, meskipun tidak sebanyak penginapan di Malang di Kota Batu juga mempunyai beberapa pilihan penginapan. Tinggal tentukan pilihan Anda, dan saya rasa penginapan di wilayah ini sudah mempunyai standart pelayanan yang bagus. Kelebihan menginap di wilayah Kota Wisata Batu adalah bagi para wisatawan yang menginginkan suasana tenang dengan hawa dingin, sangat pas untuk hanimun atau acara gathering-gathering keluarga maupun corporate. Tetapi ada kelebihan tentu ada juga kelemahan, penginapan di Batu cenderung jauh dari tempat-tempat ramai seperti resto ataupun toko-toko, jadi jika sudah masuk hotel Anda pasti malas untuk keluar lagi karena letak keramaian yang relatif jauh.

penginapan di malang


Kelemahan pengianapan di Batu tersebut menjadi kelebihan jika menginap di Malang, karena di Malang penginapan-penginapan nya terdapat di keramaian atau dekat sekali dengan tempat makan maupun toko-toko untuk membeli kebutuhan dalam menginap. Jadi ketika Anda menginap di Malang lebih enak jika berjalan-jalan sampai malam dan penginapan hanya untuk istirahat tidur saja, (:-


Terlepas dari semua kelemahan dan kelebihan kota dalam hal penginapan, semua tergantung kebutuhan Anda serta menyesuaikan keinginan mayoritas peserta tour Anda. Silakan tentukan antara mencari penginapan di Malang atau ingin menikmati ketenangan penginapan di Kota Wisata Batu.

Label:

Sabtu, 23 Juli 2016

Link Saudara

sewamobilmalang.net ..........

http://rentalmobildimalang.com/

Selasa, 24 Februari 2015

Candi Kidal

Candi Kidal di Kabupaten Malang, tepatnya berada di Desa Kidal Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang sebelah timur kota Malang melewati jalur menuju bandara Abdurahman Saleh. Apabila Anda menggunakan jasa sewa mobil Malang, Anda akan mudah menemukan tempat ini karena memang bagi orang Malang sendiri atau orang yang bekerja di bidang pariwisata candi ini sering dikunjungi. Memang dari lokasinya candi Kidal tergolong agak jauh dari jalur wisata atau tepatnya dari pusat kota Malang, tetapi tempat ini harus dikunjungi apabila berada di Malang karena memiliki nilai sejarah yang tinggi. Candi yang mempunyai luas 79 x 40 meter ini sangat nyaman dikunjungi karena bersih dan mempunyai taman-taman yang rapi, sebagian yang datang ke Candi Kidal adalah anak-anak sekolah dari SD maupun mahasiswa, kebanyakan mahasiswa yang datang karena mendapatkan tugas dari kampus. Untuk wisatawan asing pun masih banyak yang datang ke candi ini, biasanya mereka datang pada bulan-bulan Juni hingga Agustus. Untuk mengunjungi tempat ini wisatawan tidak ditarik tiket atau biaya masuk maupun biaya parkir, tetapi dari pengelola memberikan tempat untuk sumbangan seiklasnya untuk dijadikan sebCandi Kidalagai dana perawatan candi Kidal.
Sejarah Candi Kidal

Candi Kidal adalah tempat pendharmaan bagi Raja Anusopati yang merupakan anak dari Tunggul Ametung dan Ken Dedes, tetapi pada waktu Ken Dedes mengandung Raja Anusopati Tunggul Ametung dibunuh oleh Ken Arok. Sebagai bentuk penghormatan atas Raja Anusopati yang wafat sejatinya ada arca Anusopati di dalam candi, tetapi konon arca yang berbentuk Dewa Siwa itu berada di museum Belanda hingga sekarang.
Keistimewaan Candi Kidal

Namun candi Kidal sesungguhnya memiliki beberapa kelebihan menarik dibanding dengan candi-candi lainnya tersebut. Candi Kidal terbuat dari batu andesit dan berdimensi geometris vertikal. Kaki candi nampak agak tinggi dengan tangga masuk keatas kecil-kecil seolah-olah bukan tangga masuk sesungguhnya. Badan candi lebih kecil dibandingkan luas kaki serta atap candi sehingga memberi kesan ramping. Pada kaki dan tubuh candi terdapat hiasan medallion serta sabuk melingkar menghiasi badan candi. Atap candi terdiri atas 3 tingkat yang semakin keatas semakin kecil dengan bagian paling atas mempunyai permukaan cukup luas tanpa hiasan atap seperti ratna (ciri khas candi Hindu) atau stupa (ciri khas candi Budha). Masing-masing tingkat disisakan ruang agak luas dan diberi hiasan. Konon tiap pojok tingkatan atap tersebut dulu disungging dengan berlian kecil.

Hal menonjol lainnya adalah kepala kala yang dipahatkan di atas pintu masuk dan bilik-bilik candi. Kala, salah satu aspek Dewa Siwa dan umumnya dikenal sebagai penjaga bangunan suci. Hiasan kepala kala Candi Kidal nampak menyeramkan dengan matanya melotot, mulutnya terbuka dan nampak dua taringnya yang besar dan bengkok memberi kesan dominan. Adanya taring tersebut juga merupakan ciri khas candi corak Jawa Timuran. Di sudut kiri dan kanannya terdapat jari tangan dengan mudra (sikap) mengancam. Maka sempurnalah tugasnya sebagai penjaga bangunan suci candi.